Welcome to the Online Trading Guide



ATURAN PERDAGANGAN EFEK PT. SAMUEL SEKURITAS INDONESIA

I. DEFINISI

1. Bursa adalah tempat perdagangan saham-saham yang tercatat pada Bursa Efek Jakarta maupun Bursa Efek Surabaya.
2. Saham adalah saham-saham perusahaan yang tercatat dan diperdagangkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
3. Efek Siap Jual/Siap Serah adalah efek dalam kondisi siap serah dalam arti kolom endorsmen belum habis, sedang tidak dalam proses registrasi dan lain sebagainya.
4. Rekening Efek Reguler adalah rekening transaksi jual dan transaksi beli efek yang dibayar/diterima secara tunai pada waktu jatuh tempo.
5. Saldo Debit adalah saldo dalam rekening Efek nasabah yang menunjukkan jumlah uang yang wajib dibayar oleh nasabah kepada Perusahaan.
6. Saldo Kredit adalah saldo dalam rekening Efek nasabah yang menunjukkan jumlah uang yang wajib dibayar oleh Perusahaan kepada nasabah.
7. Saldo Minimum adalah minimum saldo kredit dan posisi long dalam rekening efek nasabah sesuai dengan kondisi syarat yang diperlukan pada saat pembukuan rekening efek.
8. Posisi Long adalah saldo Efek dalam Buku Pembantu Efek yang menunjukkan jumlah Efek yang dimiliki oleh nasabah.
9. Posisi Short adalah saldo Efek dalam Buku Pembantu Efek yang menunjukkan jumlah Efek yang dijual oleh nasabah, tetapi pada saat Efek tersebut dijual Efek dimaksud belum dimiliki/diserahkan oleh nasabah kepada Perusahaan.
10. Pesanan adalah pesanan transaksi efek (order) dari nasabah kepada Perusahaan efek melalui bagian pesanannya, berupa pesanan beli-jual, perubahan maupun pembatalan.
11. Tata Cara Pemesanan adalah urut-urutan yang harus dilakukan dalam melakukan pesanan.
12. Risiko adalah kondisi diluar kekuasaan nasabah maupun perusahaan yang mungkin akan mengakibatkan kerugian secara finansial maupun non-finansial.
13. Deposit adalah setoran nasabah berupa uang tunai atau efek yang diserahkan kepada Perusahaan.
14. Force Sell Apabila transaksi pembayaran nasabah melewati T+6 makan secara otomatis Perusahaan mempunyai wewenang penuh untuk menjual sebagian saham atau seluruh saham apapun dalam protfolio nasabah. 
15. KPEI (PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia) adalah lembaga kliring dan penjaminan penyelesaian pembayaran transaksi yang terjadi di Bursa.
16. KSEI (PT Kustodi Sentral Efek Indonesia) adalah lembaga penyimpanan dan penyelesaian efek.

II. DEPOSIT/JAMINAN

1. Deposit untuk pembukaan rekening efek nasabah harus dalam bentuk uang tunai dan/atau surat(-surat) efek dengan jumlah yang akan ditentukan dari waktu ke waktu oleh Perusahaan.
2. Semua portfolio yangdisimpan oleh Perusahaan termasuk portfolio yang disimpan pada anak perusahaan atau afiliasinya merupakan jaminan untuk pembayaran hutang nasabah terhadap Perusahaan, oleh karenanya nasabah dengan ini memberikan kuasa kepada Perusahaan untuk melakukan penjualan atas portfolio tersebut, tanpa pemberitahuan atau persetujuan dari nasabah.
3. Bahwa jika ternyata hasil penjualan tersebut tidak cukup untuk membayar seluruh hutang nasabah, maka nasabah tetap berkewajiban untuk membayar sisa hutang tersebut kepada Perusahaan.
4. Perusahaan dapat menolak saham-saham tertentu untuk dijadikan jaminan.
5. Pengambilan/penarikan dana atau saham dapat dilakukan dengan mengajukan permintaan secara tertulis 2 (dua) hari bursa setelah diterimanya permintaan tersebut oleh Perusahaan.
6. Selama masih menjadi nasabah Perusahaan, nasabah harus tetap mempertahankan Saldo Minimum.

III. KETUNAIAN (CASH)

1. Penyetoran dengan cek/bilyet-giro/LLG dianggap sah setelah dana tersebut efektif dalam rekening Perusahaan.
2. Jumlah dana yang boleh ditarik oleh nasabah hanya kelebihan dari Saldo Minimum dalam rekening saldo nasabah.
3. Posisi Saldo Kredit nasabah akan diberikan bunga yang besarnya ditetapkan oleh Perusahaan.
4. Posisi Saldo Debit nasabah akan dikenakan denda/penalty yang besarnya ditetapkan oleh Perusahaan.

IV. TATA CARA PEMESANAN

1. Pesanan jual/beli dilaksanakan berdasarkan urutan waktu (time priority).
2. Pesanan beli nasabah hanya dapat dilaksanakan apabila deposit dalam bentuk uang tunai, telah efektif dalam rekening Perusahaan.
3. Transaksi di Bursa mengikuti ketentuan yang berlaku serta prosedur perdagangan di bursa dimana saham tersebut diperdagangkan.
4. Konfirmasi transaksi tertulis akan dikirim via faksimili, kurir atau pos dalam waktu 1 x 24 jam setelah tanggal transaksi (T+1) di Bursa. Jawaban konfirmasi selambat-lambatnya harus kami terima pada hari bursa berikutnya (T+2), jika ternyata pada hari yang ditentukan tersebut konfirmasi belum diterima dari Nasabah, maka transaksi kami anggap benar.

V. PENYELESAIAN PENYERAHAN EFEK

1. Saham atas pesanan beli yang sudah terjadi di bursa, akan diterima oleh nasabah paling cepat pada T+5.
2. Pesanan beli dan jual saham, jumlah dan status yang sama serta telah terjadi dalam hari yang sama akan diselesaikan secara "netting".
3. Dalam kasus short-sale dimana nasabah tidak membeli saham pada hari yang sama dapat membeli melalui pasar tunai maksimal pada T+5, agar saham tersebut dapat diserahkan kepada KSEI.

VI. PENYELESAIAN PEMBAYARAN TRANSAKSI

1. Penyelesaian pesanan beli yang sudah terjadi dapat dibayar dengan cara:
a. Men-transfer (LLG) paling lambat T+4 (sebelum jam kliring) ke rekening Perusahaan dan memberikan bukti transfer tersebut ke Perusahaan).
b. Menyerahkan BG/Cek paling lambat pada T+3 (sebelum jam kliring).
2. Penyelesaian pesanan jual yang sudah terjadi akan dibayar kepada nasabah pada T+6 ke rekening nasabah yang bersangkutan.
3. Pesanan beli dan jual yang telah terjadi pada hari yang sama akan dikompensasikan ("netting"). Jika nilai pembelian lebih besar dari nilai penjualan maka nasabah harus membayar paa T+4, sebaliknya jika nilai penjualan lebih besar dari nilai pembelian, Perusahaan akan membayar pada T+6.
4. Dalam hal transaksi beli dan transaksi jual yang penyelesaiannya (waktu jatuh tempo) bertepatan pada hari yang sama, maka nasabah dapat mengkompensasikan pembayaran transaksinya dan menyelesaikan selisih dari kompensasi tersebut, dengan pemberitahuan minimal 2 (dua) hari bursa sebelum tanggal jatuh tempo.

VII. RISIKO

1. Risiko tidak terjadi transaksi:
a. Karena keterlambatan waktu maupun tidak ada lawan jual/beli di Bursa.
b. Karena pesanan harga beli terlalu rendah atau pesanan harga jual terlalu tinggi.
c. Perubahan harga efek yang drastis/cepat.
d. Transaksi efek tersebut disuspend (tidak dapat diperdagangkan) dalam waktu tidak tertentu.
e. Efek tersebut tidak dapat diperdagangkan lagi karena "delisting" (dikeluarkan dari daftar saham-saham yang tercatat di bursa efek).
f. Perusahaan menolak atau membatalkan pesanan nasabah karena suatu alasan tertentu.
2. Risiko tidak dapat merubah atau membatalkan pesanan (Peraturan Bapepam Bab III.A.10 pasal 3 point g):
a. Sebelum perubahan/pembatalan dilakukan, transaksi tersebut telah terjadi/match.
b. Perusahaan mempunyai waktu selambat-lambatnya 30 menit untuk melakukan perubahan/pembatalan pesanan dari nasabah lokal dan 24 jam untuk nasabah dari luar negeri. Dalam batas waktu tersebut, segala pesanan nasabah masih merupakan tanggung jawab nasabah akan tetapi lewat dari batas waktu tersebut merupakan tanggung jawab perusahaan.
3. Perubahan harga Efek :
a. Risiko kerugian nilai investasi yang dimiliki nasabah karena harga efek turun.
b. Penurunan harga efek yang terjadi dapat mengurangi nilai jaminan dalam rekening efek nasabah.
4. Efek dalam kondisi tidak siap jual/siap serah:
a. Tunda terima efek dari KSEI atau Broker lain.
b. Terima saham dengan kolom endormen telah habis dan harus di registrasi terlebih dahulu.
c. Saham masih dalam proses registrasi untukperolehan dividen, bonus, kolom endorsmen habis, proses "scripless trading", dan lain sebagainya.
d. Saham-saham dalam proses registrasi tidak bisa diperdagangkan.
e. Saham-saham yang diserahkan nasabah ternyata sudah tidak berlaku lagi (telah ada penggantian saham baru, saham diblokir/di black-list dll).
5. Risiko denda/penalty yang harus ditanggung nasabah:
a. Dalam hal saham diterima telah "full endorsed" (kolom endorsmen telah habis) dan saham harus diregistrasi terlebih dahulu, maka biaya registrasi tersebut menjadi tanggungan nasabah.
b. Denda gagal serah karena saham bersangkutan tidak siap serah, misalnya disebabkan short sale, kolom endorsmen telah habis, sedang dalam proses registrasi dll., ditanggung oleh nasabah.
c. Kegagalan serah saham yang diakibatkan oleh keterlambatan Badan Administrasi Efek (BAE), Emiten atau pihak lain diluar kekuasaan Perusahaan adalah diluar tanggung jawab Perusahaan.
d. Denda-denda yang diakibatkan dari transaksi nasabah tetapi bukan karena kesalahan/kelalaian Perusahaan menjadi tanggungan nasabah sepenuhnya.
6. Perusahaan menutup rekening efek nasabah.

VIII. SAHAM-SAHAM

1. Patokan harga saham yang dipergunakan dalam penghitungan nilai saham dalam portfolio adalah harga penutupan. Namun Perusahaan memiliki wewenang untuk menilai lain terhadap saham tertentu yang menurut Perusahaan tidak mencerminkan harga wajar pada harga penutupan tersebut.
2. Tanggal penyelesaian transaksi saham mengikuti peraturan yang berlaku di KPEI dan KSEI.
3. Kustodi untuk penyimpanan efek ditentukan oleh Perusahaan.
4. Saham-saham nasabah yang disimpan di Perusahaan menjadi jaminan bagi transaksi nasabah.
5. Saham-saham nasabah tersebut dapat diregistrasi atas nama dan alamat Perusahaan.

IX. REGISTRASI

1. Saham-saham dalam rekening efek nasabah tidak secara otomatis diregistrasi.
2. Nasabah harus menginformasikan/menginstruksikan Perusahaan secara tertulis apabila ingin meregistrasi untuk memperoleh hak-haknya atas saham (dividen, bonus, rights, warran, dll).
3. Saham yang sedang dalam proses registrasi tidak dapat dijual sampai selesai proses registrasinya.
4. Biaya-biaya registrasi saham untuk memperoleh hak-haknya, karena saham 'full endorsed' atau karena alasan lain, sepenuhnya ditanggung oleh nasabah.

X. DIVIDEN, BONUS, RIGHTS DAN WARAN

1. Semua dividen, bonus, rights, warran dan lain-lainnya yang melekat pada efek dalam rekening efek nasabah merupakan hak dari nasabah.
2. Biaya untuk registrasi dan memperoleh hak dan kewajiban pajak pada point 1 sepenuhnya menjadi tanggungan nasabah.

XI. TUNGGAKAN

1. Apabila rekening efek nasabah menjadi Saldo Debit atau dibawah saldo minimum yang telah ditentukan, hal ini hanya diperkenankan berlangsung selama dua hari kerja. Dalam dua hari kerja setelah posisi ini timbul, nasabah harus segera menyetor dana atau menjual sahamnya.
2. Apabila pada hari ketiga posisi nasabah masih saldo debit atau melampaui batas minimum yang ditentukan, maka Perusahaan berhak melakukan penjualan atas saham apapun juga dalam portfolio/rekening efek nasabah.
3. Segala kerugian akibat penjualan tersebut yang dilakukan oleh Perusahaan akan menjadi tanggung jawab nasabah.
4. Selama posisi nasabah masih menunggak, nasabah hanya diperbolehkanmelakukan transaksi jual.

XII. FORCE SELL

1. Apabila posisi pembayaran telah melewati T+6, maka Perusahaan dapat melakukan penjualan atas saham yang dijadikan jaminan dalam rekening efek nasabah sesuai dengan aturan perdagangan, tanpa pemberitahuan atau memperoleh persetujuan terlebih dulu dari nasabah. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang terjadi akibat penjualan tersebut.
2. Pemilihan saham yang akan dijual merupakan hak sepenuhnya Perusahaan dalam rangka mengurangi kewajiban nasabah terhadap Perusahaan.
3. Perusahaan akan segera menginformasikan hasil dari penjualan tersebut kepada nasabah pada hari yang sama dan selambat-lambatnya pada hari bursa berikutnya baik melalui telepon, mengirim surat ataupun faksimili.
4. Nasabah tidak berhak menuntut Perusahaan dan/atau wakil Perusahaan, apabila terjadi kerugian atas penjualan yang dilakukan oleh Perusahaan pada point 1 diatas.

XIII. POSISI SHORT

1. Dalam kasus timbul keadaan Posisi Short (Short Sale) yang tidak disengaja, maka nasabah wajib segera membeli kembali saham pada hari yang sama dan menanggung selisih harga yang terjadi.
2. Apabila dalam batas waktu yang diberikan, nasabah belum melakukan pembelian saham yang dalam Posisi Short, maka Perusahaan dapat segera melakukan pembelian atas nama nasabah untuk menutupi Posisi Short tersebut.
3. Nasabah harus menanggung denda/penalty/kerugian yang mungkin timbul atas pembelian saham tersebut pada point 1 & 2.
4. Nasabah hanya dapat melakukan transaksi jual yang mengakibatkan Posisi Short dalam rekening efeknya apabila telah mendapat persetujuan dari Perusahaan dimana efek yang akan digunakan untuk penyelesaian transaksi short tersebut akan diperoleh Perusahaan dengan cara meminjam efek dari Pihak Ketiga, dan nasabah menanggung semua biaya yang mungkin timbul.

XIV. DENDA/PENALTY

1. Denda gagal serah efek karena saham bersangkutan tidak siap serah, misalnya disebabkan saham dalam keadaan 'full endorsed', sedang dalam proses registrasi, 'short sale', dll., ditanggung oleh nasabah.
2. Kegagalan serah saham yang diakibatkan oleh keterlambatan Biro Administrasi Efek (BAE), Emiten atau pihak lain diluar kekuasaan Perusahaan adalah di luar tanggung jawab Perusahaan.
3. Denda-denda yang diakibatkan dari transaksi nasabah tetapi bukan karena kesalahan/kelalaian Perusahaan menjadi tanggungan nasabah sepenuhnya.
4. Denda/Penalty dari keterlambatan pembayaran atau menunggak lewat dari waktu jatuh temponya dimana denda/penalty terhadap tunggakan diperhitungkan menurut saldo harian nasabah.

XV. HAK DAN KEWAJIBAN NASABAH

1. Nasabah berhak atas Konfirmasi transaksi pembelian, penjualan dan laporan rekening (saldo dan efek) yang ada di Perusahaan.
2. Nasabah berhak mengajukan keluhan dengan melampirkan bukti (konfirmasi/laporan) yang dimiliki nasabah yang bersangkutan.
3. Nasabah berhak atas semua dividen, bonus, rights dan waran yang melekat pada saham di portfolionya.
4. Nasabah berkewajiban atas Perpajakannya.
5. Nasabah wajib mematuhi tata-cara dan peraturan perdagangan efek Perusahaan dan bursa.
6. Nasabah wajib mengajukan permintaan untuk meregistrasi sahamnya secara tertulis dan selama proses registrasi, saham tidak boleh diperdagangkan.
7. Nasabah wajib memperhatikan rekening efek dan kas nasabah.
8. Nasabah wajib menyimpan data-data transaksi stock saham, bukti-bukti pembayaran/penerimaan dan memeriksa laporan yang diterima dari kemungkinan terjadinya kesalahan/kekeliruan dalam laporan.
9. Nasabah wajib menyelesaikan seluruh kewajibannya pada saat jatuh tempo.
10. Nasabah wajib segera memenuhi permintaan Perusahaan sehubungan dengan transaksi efek untuk memberikan tambahan jaminan baik dalam bentuk efek dan/atau uang tunai untuk menghindari 'Force Sell'.
11. Nasabah wajib mengajukan permohonan penutupan rekening efek secara tertulis kepada Perusahaan.

XVI. ALAMAT PEMBERITAHUAN DAN SURAT MENYURAT

1. Semua pemberitahuan instruksi dan komunikasi kepada PT. Samuel Sekuritas Indonesia ata kepada nasabah dapat diberikan secara tertulis (termasuk tetapi tidak terbatas pada faksimili, telex, telegram, kabel atau surat) atau lisan. Setiap pemberitahuan, instruksi atau komunikasi, jika dilakukan secara tertulis:
i) Kepada PT. Samuel Sekuritas Indonesia, dialamatkan ke:
PT. Samuel Sekuritas Indonesia Jl. Suwiryo No. 1 Menteng Jakarta 10350, Indonesia.
Telepon : 3904509 (hunting) Fax : 3901004 - 5
ii) Kepada Nasabah, Perusahaan akan mengirimkan kepada nasabah melalui alamat dan/atau No. telex sebagaimana tertulis dalam Formulir Pembukaan Rekening efek ini atau alamat lainnya sebagaimana nasabah akan berikan secara tertulis kepada Perusahaan.
iii) Bukti penyerahan atau pengiriman surat PT. Samuel Sekuritas Indonesia kepada Nasabah sebagaimana tersebut diatas akan merupakan hal yang mengikat jika :
a. Mengenai surat, pada satu hari setelah tanggal pengiriman;
b. Dalam hal faksimili, telex, telegram atau kabel, pada tanggal pengiriman.
iv) Semua pemberitahuan, instruksi, atau komunikasi lainnya yang dibuat secara lisan harus dikonfirmasikan kembali secara tertulis.

XVII. HAK DAN KEWAJIBAN PERUSAHAAN

1. Efek dan dana dalam rekening nasabah dapat digunakan sebagai jaminan penyelesaian kewajiban nasabah bersangkutan terhadap Perusahaan.
2. Perusahaan berhak meminta dana atau efek dari nasabah sebelum pelaksanaan transaksi efek.
3. Dana dan efek dalam rekening efek atas nama nasabah dapat disimpan dalam Rekening Efek pada Bank Kustodian atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian atas nama perusahaan untuk kepentingan nasabah bersangkutan, sepanjang terdapat catatan dalam Rekening Efek pada Bank Kustodian atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian tersebut bahwa dana dan efek dimaksud dimiliki oleh nasabah.
4. Dalam hal dana menunjukkan saldo negatif dalam Rekening Efek nasabah, Perusahaan dapat menggunakan efek dalam Rekening Efek nasabah tersebut sebagai jaminan atas kredit bank atau lembaga keuangan lainnya.
5. Perusahaan berhak menolak pesanan nasabah yang dinilai Perusahaan dapat membahayakan Perusahaan dan/atau nasabahnya sendiri.
6. Perusahaan berhak menolak pesanan beli saham apabila posisi saldo kas nasabah tidak mencukup dan atau ada pembayaran dari nasabah yang masih menunggak.
7. Perusahaan berhak meregistrasi saham-saham milik nasabah, yang disimpan oleh perusahaan sebagai jaminan nasabah atas nama dan alamat Perusahaan.
8. Perusahaan berhak membela diri terhadap keluhan yang diajukan nasabah dengan mengajukan bukti-bukti yang ada.
9. Perusahaan berhak menutup rekening efek nasabah tanpa pemberitahuan atau persetujuan terlebih dahulu dari nasabah yang bersangkutan.
10. Perusahaan wajib memasukkan hak-hak yang melekat atas saham milik nasabah kedalam rekening efek nasabah.
11. Perusahaan wajib memberi konfirmasi transaksi pembelian dan penjualan saham.
12. Perusahaan wajib membayar hasil penjualan yang sudah menjadi hak nasabah setelah nasabah tersebut menyelesaikan segala kewajibannya.
13. Untuk keperluan indentifikasi tanda tangan nasabah dalam surat-surat sehubungan dengan perintah atau dokumen lainnya, perujukan dapat dilakukan pada contoh tanda tangan (-tanda tangan) sebagaimana terdapat dalam Kartu Pengela Tanda Tangan yang merupakan bagian integral dari Formulir Pembukaan Rekenign Efek pada PT. Samuel Sekuritas Indonesia ini. PT. Samuel Sekuritas Indonesia dapat mengambil tindakan berdasarkan tanda tangan yang secara nyata terlihat sebagai tanda tangan (-tanda tangan) nasabah dan PT. Samuel Sekuritas Indonesia tidak akan bertanggung jawab kepada Nasabah sebagai akibat dari tindakan tersebut.

XVIII. PERSELISIHAN

1. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan/perselisihan antara Nasabah dengan Perusahaan, maka akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat atau melalui Komite Perselisihan, Bursa Efek dan Bapepam.
2. Apabila jalan diatas tidak menghasilkan penyelesaian, maka kedua belah pihak setuju untuk mengajukan persoalan tersebut ke Pengadilan Negeri dan memilih Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kami telah membaca dan mengerti sepenuhnya Aturan Perdagangan Efek PT Samuel Sekuritas Indonesia, menyadari akan risiko-risiko bertransaksi saham serta dengan itikad baik bermaksud untuk mematuhi semua peraturan-peraturan perdagangan efek yang dikeluarkan oleh Bapepam, Bursa Efek, KPEI, KSEI maupun PT. Samuel Sekuritas Indonesia.

 

Prev

FAQ Glossary & Tips Financial Tools Contact us